Nasehat Sufi

5 Nasihat Agar Jadi Salik yang Pandai dan Sukses

–Dari Syeikh Muhammad Abdul Gaos SM Ra Qs

Berikut ini intisari nasihat Sufi Guru Agung Hadrotu Syeikh Abah Aos Ra Qs kepada Abah Jagat, Pembantu Khusus-nya. Nasihat beliau dalam bahasa Sunda, jika ingin jadi murid pintar dan sukses dalam suluk ber-thoriqoh, maka, jangan lakukan sedikitnya 5 hal ini:

Hiji, ulah menta.

Penjelasan:
Saat memutuskan berguru, bersabar menjalani apa yang ada, yang telah diterima dari Guru. Selalu menunggu dan bersikap sedikasihnya Guru saja. Apa yang sudah dikasihkan (baca: ijazah) secara umum, diamalkan. Jangan suka minta amalan-amilun lain. Rumus-nya adalah amalkan ilmu/amalan yang sudah tersedia dari Guru untuk datang ilmu dan atau amalan yang tidak ada/yang belum ada. Guru amat tau kapan saatnya menambah/mengurang menu ilmu/amalan murid. Dalam bab ilmu/amal saja seorang murid jangan meminta apalagi soal materi. Haram hukumnya murid meminta apalagi membebani Guru secara materi, sebaliknya, wajib bantu meringankan. Kalau belum bisa meringankan, jangan memberatkan/menyusahkan Guru.

Dua, ulah hayang.

Penjelasan:
Perjalanan seorang murid telah diatur oleh Guru Mursyidnya. Guru yang paling tau apa dan kapan seorang murid mendapatkan sesuatu untuk memudahkan perjalanannya dalam suluk. Jangan banyak keinginan, apalagi menginginkan milik orang/murid yang lain. Itu tanda murid rakus/tamak. Ini berlaku dalam urusan jasmaniyah maupun ruhaniyah. Sekali lagi, semua sudah diatur dan ditetapkan semuanya oleh-Nya. Bagi para pesuluk dalam thoriqoh, semua yang terjadi, dan menimpa kehidupan murid, semua sudah dalam pengaturan Syeikh Mursyid-nya. Belajar bersabarlah menerima, menjalani semua. Itu semua untuk kelulusan dan kenaikan pangkat keruhanian murid.

Tilu, ulah nanya.

Penjelasan:
Kalau belajar ilmu lahir/ilmu Syariat, makin banyak tanya makin pandai. Sebaliknya, ilmu batin/ilmu thoriqoh-hakekat, tidak banyak tanya semakin pandai. Kunci kepandaian, jalan untuk memperoleh kedalaman ilmu batin, tentang hakekat diri dan Alloh, yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan-diamalkan Guru. Ikut, turut Guru. Segala pertanyaan akan ketemu jawaban hanya dengan ketaatan dalam mendawamkan amalan Guru. Bersabarlah untuk tidak bertanya, dan menemukan jawaban sendiri dengan karomah Guru, itulah kunci rahasia kesuksesan murid.

Opat, ulah ngaku.

Penjelasan:
Segala anugerah yang diterima murid –istiqomah dalam suatu amaliyah, kemuliaan, kasyaf, limpahan ilmu– jangan pernah diakui hasil jerih kerja sendiri. Semua adalah tumpahan, limpahan karomah-berkah Guru. Kalau bukan karena permintaan para kekasih-Nya ke Hadrot Alloh, tidak akan ada semua keutamaan-keutamaan dalam perjalanan. Segala aib-aib murid ditutupi karomah Guru, rapat-rapat. Demikian, murid terbawa mulia.

Lima, ulah protes.

Penjelasan:
Bersiap-siaplah. Akan banyak pergolakan batin –pikiran dan perasaan– sepanjang perjalanan. Akan banyak ditemui ucapan, tindakan, dan ketetapan Guru yang secara kasat mata nyeleneh. Bertentangan dengan pengetahuan umumnya. Simaklah perjalanan Nabi Musa AS saat berguru pada Nabi Khidir AS. Seorang Syeikh, Alloh anugerahi penglihatan yang tak terlihat orang lain, pendengaran yang tak terdengar orang lain. Penglihatan dan pendengarannya melampaui indera lahir, menjangkau, dan tak terlipat ruang dan waktu.

Comment here