Taujihat Sufi

Kesetiaan Seorang Sufi

Seorang Sufi sejati setia hanya kepada satu Guru Sufi saja.

Daya tahan kesetiaan seorang Sufi harus diuji.

Tempat terbaik untuk menguji ketahanan kesetiaan ialah saat-saat ia di tengah keramaian, di ruang terbuka penuh godaan.

Ruang ujian kesetiaan terbaik pria ialah saat-saat ia, setiap hari, slalu bekerja di sekeliling banyak wanita.

Bila ia tak terpalingkan dari pasangan halal-nya, maka lulus ia. Sebaliknya, bila ia goyah, lalu terpikat dengan selainnya maka gagal ia.

Ujian kesetiaan terbaik seorang murid kepada Syeikh Mursyid-nya, ialah saat-saat ia sering bergaul, dan berada di antara kerumunan para Masyayikh thoriqoh lainnya.

Bila ia tak mudah terpana, apalagi terpalingkan hati dari Syeikhnya, maka lulus ia. Namun bila ia terpesona bahkan terjatuh mengagumi selain Syeikhnya maka telah gagal ia.

Sebaik-baik daya tahan kesetiaan seorang murid, yakni, di tengah lautan Masyayikh yang datang dari segenap penjuru dunia, ia semakin melihat, merasakan keutamaan-keutamaan Syeikhnya dari Masyayikh lainnya; bahkan, semakin tinggi kekaguman dan semakin dalam cinta ia kepada Syeikhnya.

Inilah kholwat murid yang sebenar-benarnya.

Kholwat itu setia-nya hati hanya kepada-Nya, kepada kekasih-Nya yang ia pilih sebagi Syeikhnya, Guru dan pembimbing ruh-nya.

Tempat kholwat terbaik itu bukan di gunung, di lembah, atau di ruang-ruang gelap, melainkan, dalam pergaulan yang luas, di kerumunan, dan di tengah riuh kesibukan kota-kota.

Selamat berkholwat.

Salam setia,
Abdul Rahman Hakim, Khoodimul Khosh Abah Aos

Comment here