Sufism

Menggapai Husnul Khotimah

Oleh: Syekh Muhammad Abdul Gaos(*

Setiap mukmin, pasti mendambakan memperoleh Husnul Khotimah (baik di penghujung kehidupan) karena ini merupakan jalan yang akan mengantarkan manusia kepada kehidupan yang kekal abadi lagi selamat.

Untuk meraih hal tersebut, tentu saja harus ada upaya maksimal yang akan mewujudkan kenyataan indah yang sangat didambakan oleh setiap mukmin. Dalam Al-Qur’an surat al-‘Ashr ayat 1-3, Alloh SWT berfirman:

وَٱلۡعَصۡرِ ١ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al-Ashr:1-3)

Kalau saja kita perhatikan ayat tersebut di atas, jelaslah sudah bahwa tipe manusia yang akan selamat itu adalah yang pandai serta hati-hati dalam memanfaatkan setiap putaran waktu untuk senantiasa dipakai beribadah kepada Alloh. Dia akan benar-benar mengoptimalkan waktunya agar tidak terbuang sia-sia. Dirinya menyadari benar bahwa hitungan jatah usia yang diberikan Alloh adalah setiap hari. Ia menyadari betul yang disebut hari akhir itu sebenarnya waktu yang dilaluinya setiap hari. Dengan kata lain, umur itu dihitung setiap hari karena tidak ada seorang pun manusia yang mengetahui apakah hari esoknya masih bisa menghirup udara dunia ataukah tidak.

Sunggguh teramat rugi manusia yang menyia-nyiakan waktu yang dilaluinya dengan pekerjaan-pekerjaan yang sia-sia. Karena umur yang telah dijatahkan oleh Alloh akan dimintai pertanggung-jawabannya. baik di dunia maupun dalam pengadilan akhirat kelak.

Oleh karena itu wajib bagi kita untuk melalui putaran waktu dengan banyak beribadah kepada-Nya, caranya dengan memberikan makanan bagi hati berupa dzikrulloh agar hati sehat. Jangan hanya memikirkan kesehatan jasmani saja dengan memberikan berbagai makanan bergizi.

Kesehatan badan hanya bisa dinikmati dalam kehidupan dunia sedangkan kesehatan hati menenteramkan kehidupan dunia sekaligus membawa kebahagiaan tak terkira di akhirat. Kematian jasad hanya salam perpisahan dengan dunia, namun kematian hati rasa sakitnya berlarut-larut sampai akhirat.
*)Nuqthoh edisi 13 April 2003

Comment here