Petunjuk Sufi

Orang-orang yang Beruntung…

Ingin hidup bahagia lagi beruntung?

Jadilah Mu’min yang Khusu’. Ini garansi ALLOH yang tertuang dalam QS 23: 1-2. Menjalani hidup Khusu’ bukan hanya ketika Sholat tapi juga saat di luar Sholat. Khusu’ itu tidak terpalingkannya hati dari selain ALLOH. Isi hatinya diisi, dipenuhi, dan diliputi hanya ALLOH saja.

Demikian, hatinya tidak terganggu oleh apa yang ter-indera oleh mata, telinga, hidung, lidah, dan atau kulit. Kehidupannya tidak terganggu oleh apa yang menimpanya, oleh apa yang datang padanya. Segala cuaca kehidupan slalu dijalani dengan sikap positif dan baik, karena ia terliput oleh sinaran Tuhannya yang Maha Baik dan Maha Sempurna yang telah bersemayam di hatinya.

Tak tampak apalagi hadir di hatinya sisi negatif/keburukan dari Tuhannya dan seluruh ciptaan-Nya.

Menjadi seorang Khusu’ itu perlu usaha terus menerus, latihan yang kontinyu, dan kemauan seteguh karang. Kanjeng Nabi Muhammad saja sedikitnya 12 tahun menempa diri untuk bisa khusu’ di dalam sholat-sholat beliau. Selama dua belas tahun beliau tiada henti mengisi jasmani dan ruhaninya dengan satu Kalimat Dzikr [Laa Ilaaha Illalloh] dan Dzikir satu Nama yang tak berpisah dengan Dzat-Nya.

Kegiatan pengisian diri dengan Dzikrulloh inilah yang membuat Kanjeng Nabi dan para pengikut amalan Dzikirnya terbalut oleh cahaya dan terliput cinta Kholiq-nya ‘Azza wajalla. Ingatan, pikiran, dan perasaannya tenggelam dalam lautan cinta sang Pencipta.

Tiada di hatinya selain-Nya. Tiada yang ditatap, didengarnya, selain-Nya. Tiada yang mampu mengganggu perhatiannya selain kepada-Nya. Ia pecinta mati Tuhan-nya.

Salam hangat, Abah Jagat

Comment here