Syariat

Perjalanan Menuju Titik Nol

(*Pemahan titik nol Manusia memang berbeda-beda, ada yang memahaminya ketika ia lahir ke alam dunia, ada yang mengatakan ketika ia sudah mencapai usia ‘aqil baligh, ada juga yang mengatakan ketika awal mula ruh diciptakan, titik nol yang kita bicarakan adalah titik nol dalam arti asal muasal. Judul “perjalanan menuju titik nol” adalah perjalanan kembali ke asal, yang jika kita hubungkan dengan moment idul fitri yaitu kembali ke fitrah. kata fitrah di ambil dari kata fathara – yafthuru artinya menciptakan, Allah sang kholiq menciptakan manusia dengan kondisi suci. Itulah titik asal manusia bersih dan suci dari dosa-dosa. Karena itu kembali ke fitrah dapat di artikan kembali ke asal, kembali dalam kondisi suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Setiap dari kita, manusia pastilah mendambakan kondisi itu. Kita bisa ambil dari pelajaran dari bulan ramadhan, dimana tazkiyah ikhlas dari orang beriman akan membakar dosa dan kesalahan dengan api lapar dan dahaga, dimana kebiasaan buruk yang mengkristal di basuh dengan bara penyesalan dan taubatan nasuha, dimana api marah dan dendam dipadamkan oleh salju permohonan maaf dan ampunan. Dimana sifat sombong dan angkara murka didalam dada ditundukan oleh tarawih dan tadarus malam. Selanjutnya menjelang Syawal tiba, mereka memancarkan kasih sayang dan pengampunan dengan sodaqoh dan zakat fitrah “semoga Allah menjadikan kita dan kamu semua dari golongan orang-orang yang kembali kepada fitrah, dan memperoleh kemenangan“.
*)Celoteh Kang Erick Yusuf 2013:
80

Comment here